Category Archives: Cermin Hati

Khusus buat tulisan yang berisi renungan untuk jadi lebih baik…Just be Better

MENELADANI CARA MAKAN RASULULLAH SHALALLAHU ‘ALAIHI WASSALLAM

397965_595218647168711_85133894_n

1. Ibnul Qayyim berkata: Barangsiapa yang memperhatikan makanan yang dikonsumsi Nabi, niscaya ia mengerti bahwa beliau tidak pernah memadukan menu antara SUSU dengan IKAN, atau antara SUSU dengan CUKA, atau antara DUA MAKANAN yang sama-sama MENGANDUNG UNSUR PANAS, UNSUR DINGIN, UNSUR LENGKET, UNSUR PENYEBAB SEMBELIT, UNSUR PENYEBAB MENCRET, UNSUR KERAS, atau DUA MAKANAN yang mengandung UNSUR KONTRADIKTIF, misalnya antara MAKANAN YANG MENGANDUNG UNSUR PENYEBAB SEMBELIT DENGAN YANG MENGANDUNG PENYEBAB MENCRET, ANTARA YANG MUDAH DICERNA DENGAN YANG SULIT DICERNA, ANTARA YANG DIBAKAR DENGAN YANG DIREBUS, ANTARA DAGING YANG SEGAR, DENGAN YANG SUDAH DIGARAMI DAN DIKERINGKAN, ANTARA SUSU DENGAN TELUR, DAN ANTARA DAGING DENGAN SUSU. Beliau tidak pernah makan pada saat makanan tersebut masih sangat panas atau masakan yang dihangatkan untuk besok, makanan-makanan yang bulukan (berjamur) dan asin, seperti makanan-makanan yang DIASINKAN, DIASAMKAN, atau DIHANGUSKAN. Semua makanan ini berbahaya dan menimbulkan berbagai macam gangguan kesehatan. Baca lebih lanjut

Iklan

Padamu Dosen (Calon Dosen juga boleh….)

From : Prof. Rhenald Kasali (Guru Besar FE UI)

LIMA belas tahun lalu saya pernah mengajukan protes pada guru sebuah sekolah tempat anak saya belajar di Amerika Serikat. Masalahnya, karangan berbahasa Inggris yang ditulis anak saya seadanya itu telah diberi nilai E (excellence) yang artinya sempurna, hebat, bagus sekali. Padahal dia baru saja tiba di Amerika dan baru mulai belajar bahasa.

Karangan yang dia tulis sehari sebelumnya itu pernah ditunjukkan kepada saya dan saya mencemaskan kemampuan verbalnya yang terbatas. Menurut saya tulisan itu buruk, logikanya sangat sederhana. Saya memintanya memperbaiki kembali, sampai dia menyerah.

Rupanya karangan itulah yang diserahkan anak saya kepada gurunya dan bukan diberi nilai buruk, malah dipuji. Ada apa? Apa tidak salah memberi nilai? Bukankah pendidikan memerlukan kesungguhan? Kalau begini saja sudah diberinilai tinggi, saya khawatir anak saya cepat puas diri.

Sewaktu saya protes, ibu guru yang menerima saya hanya bertanya singkat. “Maaf Bapak dari mana?” Baca lebih lanjut

Mangkuk Yang Tidak Beralas

Seorang raja bersama pengiringnya keluar dari istananya untuk menikmati udara pagi. Di keramaian, ia berjumpa dengan seorang pengemis. Sang raja menyapa pengemis ini:

Apa yang engkau inginkan dari dariku?

Si pengemis itu tersenyum dan berkata:
Tuanku bertanya, seakan-akan tuanku dapat memenuhi permintaan hamba.

Sang raja terkejut, ia merasa pelik:
Tentu saja aku dapat memenuhi permintaanmu. Apa yang engkau minta, katakanlah!

Maka menjawablah sang pengemis: Baca lebih lanjut

Ketika Langit dan Bumi bersatu …

Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku, bahwa sesungguhnya ini hanya titipan,

bahwa mobilku hanya titipan Nya,
bahwa rumahku hanya titipan Nya,
bahwa hartaku hanya titipan Nya,
bahwa putraku hanya titipan Nya, Baca lebih lanjut

Renungan #4 – Untuk Bapak

Temen2…tau tidak, sebuah hasil survai membuktikan bahwa (ternyata) sikap seorang Bapak (dalam menghadapi anak2nya) sangat dipengaruhi oleh urutan kelahirannya sebagai seorang anak (atau lebih tepatnya bagaimana ia diperlakukan oleh keluarganya semasa kecil). Tenang-tenang…hanya analog koq!! Baca aja, g usah terlalu dipercaya…

Bapak Yang Anak pertama

Anak pertama adalah anak yang biasanya sangat diandalkan oleh kedua orang tuanya, paling tidak sebagai penjaga adhek2nya. Anak permata (yang laki2) akan tumbuh sebagaimana orangtuanya “doktrinkan” padanya: Bahwa ia adalah orang kedua setelah bapaknya dalam keluarga. Baca lebih lanjut

Renungan #3 – Serikat untuk Kuasa Keshalihan

Ada satu kaidah yang senantiasa ditekankan ‘Umar ibn Al Khaththab bagi kemashlahatan sebuah ummat; kekuatan yang berpadu dengan keshalihan dan kelemahan yang menjadi ciri kebathilan. Begitulah seharusnya, karena syari’at ini tidak utopis untuk kemudian mencitakan ‘Negara Malaikat’. Sampai kapan juga, dalam tiap manusia dan masyarakat, potensi negatif akan tetap ada. Yang ditegaskan ‘Umar adalah konsep realistisnya; potensi keshalihan itu menjadi kinesi besar kemajuan dengan percepatan tertentu, sedangkan sang kebathilan dimasukkan ke zona lembam dalam diam.

Da’wah kini ditantang untuk membuktikan ideologi dan metodologinya dalam amal nyata pengelolaan hajat hidup masyarakat. Baca lebih lanjut

Renungan #2 – Saluran 244-34 atau 2844-3483

Assalamu’alikum Wr. Wb.,

Apakah Saudara mengenal channel ini, 24434? atau 2844-3483? Kedua-duanya tanpa kode akses dan kedua-duanya ada yang sangat akrab dengan kehidupan kita.

Bila Saudara menghubungi nomor-nomor tersebut, tidak akan pernah terdengar NADA SIBUK, tidak pernah ada jawaban, NOMOR YANG ANDA HUBUNGI SEDANG TIDAK AKTIF. Atau jawaban, MAAF OPERATOR SEDANG  SIBUK. SILAKAN TUNGGU SEBENTAR

Bahkan, bila Saudara menelpon dengan marahpun, tidak akan pernah anda mendapat jawaban yang tidak menyenangkan. Apalagi Saudara menelpon dengan meminta. Insya Allah, keinginan Saudara akan terkabul. Baca lebih lanjut