ASI #5: Wadah Penyimpanan ASI

Wadah Penyimpanan ASI

Aneka Wadah
a. wadah yang terbuat dari stainlees steel
b. wadah yang terbuat dari kaca (beling) dengan tutup yang rapat
c. wadah yang terbuat dari semi kaca atau plastik dengan permukaan yang keras (jenis yang tembus pandang dan tidak buram) dan tutup yang rapat
d. Kantong plastik khusus untuk menyimpan ASI
e. Kantong plastik makanan bening

Kondisi Wadah
– bening tanpa gambar
– tidak mudah bocor
– bisa dibersihkan atau disterilkan
– untuk botol kaca, simpan dalam jumlah 1/2 atau 3/4 saja untuk menghindari pemuaian yang beresiko menyebabkan botol retak atau pecah

Volume Penyimpanan ASIP
Simpan ASIP dalam jumlah sedikit atau cukup utk sekali minum, +/- 60 ml, tujuannya agar tidak ada ASI yg tersisa dan terbuang. berikan label untuk penamaan, penanggalan dan jam memerah atau memompa di tiap wadah penyimpanan ASI, bila tidak ada label dapat menggunakan penulisan langsung dengan tinta yang non toxic ASI yg lebih awal disimpan, tujuan pemberian label agar lebih mudah bagi para ibu untuk menjalankan prinsip first come first out

Tatacara Penyimpanan ASI
Waktu Penyimpanan ASI berdasarkan suhu ruang:
1. Suhu ruang (19-27C) sekitar 4-10 jam
2. Refrigerator (kulkas bawah) dg suhu 0-4C sekitar 2-3 hari
3. Freezer pd kulkas berpintu satu (suhu variatif

Meski dapat disimpan lebih lama, disarankan agar tidak terlalu lama menyimpan ASIP. Karena ASI diproduksi sesuai dg kebutuhan pertumbuhan & perkembangan anak.

Segera simpan ASI peras tidak lebih dari 1 jam dari waktu mulai memerah ke lemari pendingin, apabila direncanakan ASI perah tersebut untuk tabungan jangka waktu lama maka setelah 30 – 60 menit dilemari pendingin dapat dipindahkanke freezer/lemari pembeku.

Untuk Ibu yang memerah asi di kantor, cukup masukkan ke lemari pendingin, untuk memudahkan penstabilan suhu ketika asi dibawa pulang dalam perjalanan, sesampainya dirumah bisa langsung diletakkan di freezer, sehingga tidak terjadi turun naik suhu yang beresiko menyebabkan hilangnya beberap zat penting dalam ASI. bawa ASIP dengan wadah tertutup bisa coolbox atau tas biasa dengan didampingin blue ice atau es batu, untuk mempertahankan suhu ASIP

Jika tidak ada lemari pendingin
Ada atau tidaknya lemari pendingin/kulkas bukan hambatan bagi ibu utk menyimpan ASI. Artinya jika ditempat ibu bekerja ataupun saat ibu bepergian jauh dr bayi utk waktu lama tidak ditemukan kulkas, maka ibu dapat menyimpan botol (wadah) berisi ASI peras/pompa dalam termos es yg telah diisi es batu tentunya. Jika es batu mencair, ibu bisa menggantinya lagi. Atau ada juga cooler khusus utk mendinginkan lebih lama dg blue ice.

Tata Cara Pemberian ASI peras/pompa ke bayi
1. Bagi ibu yang memiliki banyak asi beku, berikan secara variasi antara asi beku dengan asi yang diperas 1 hari sebelum waktu pemberian

contoh
ASI akan diberikan tanggal 12 september, maka berikan asi yang diperas tanggal 11 september dan berikan juga asi beku yang ada di freezer dengan tanggal lebih tua, simpan juga asi yang tanggal 11 lainnya untuk mengganti persediaan asi beku yang digunakan

Hal ini mengingat salah satu prinsip asi yang dihasilkan sesuai kebutuhan Bayi dan berubah setiap harinya

2. Cairkan ASI beku terlebih dahulu di kulkas bawah/lemari pendingin, baru kemudian setelah mencari didiamkan di suhu ruang, atau bisa direndam dalam wadah berisi air dingin, kemudian bertahap ke wadah berisi air hangat

3.JANGAN menghangatkan ASI dalam suhu tinggi, merebus atau memanaskan dengan microwave

4. Kocok wadah ASIP secara perlahan sebelum diberikan ke bayi.

5. Alat Pemberian ASIP
– sendok yang tidak tajam
– pipet
– sendok khusus
– gelas atau cangkir kecil
dsb. Untuk bayi

Petunjuk penyimpanan ASI Perah (ASIP) ini berlaku bagi para ibu yang:

Memiliki bayi yang sehat dan tidak lahir secara prematur; dan

Menyimpan ASIP untuk kebutuhan di rumah dan bukan untuk keperluan selama berada di Rumah Sakit

Yang perlu diingat sebelum mulai menyimpan ASIP:

Mencuci tangan sebelum memerah atau memompa ASI

Mencuci wadah penyimpanan ASIP serta peralatan pompa ASI dengan air panas dan sabun (pastikan apabila menggunakan pompa ASI anda mengikuti instruksi pencucian yang tertera pada kemasan produk), dan disiram sekali lagi dengan air matang – tidak perlu untuk disterilkan

Jangan lupa untuk memberikan label hari dan tanggal ASIP diperah atau dipompa pada wadahnya

Tatacara menyimpan ASIP:

Sebelum dimasukkan ke dalam freezer, ASIP didinginkan terlebih dahulu di dalam lemari es/kulkas

Sebaiknya menyimpan ASIP sebanyak 60 – 120ml per botol/wadah untuk mengurangi sisa ASIP yang terbuang

Apabila memungkinan, gunakan ASIP yang masih disimpan di dalam lemari es/kulkas daripada ASIP yang sudah dibekukan didalam freezer – kandungan nutrisi dan zat-zat anti infeksinya lebih banyak

Gabungan ASIP dari hasil beberapa kali perah/pompa dapat dilakukan dalam 1 botol/wadah sesuai dengan metode penyimpanan ASIP dibawah ini — contoh: ASI segar dapat digabungkan dalam 1 wadah dengan ASIP lainnya yang masih disimpan dalam suhu ruangan, namun apabila ingin digabungkan dalam 1 wadah dengan ASIP yang disimpan di dalam lemari es/kulkas harus didinginkan terlebih dahulu, dan apabila ingin digabungkan dalam 1 wadah dengan ASIP beku dalam freezer, maka selain harus didinginkan terlebih dahulu jumlahnya juga harus lebih sedikit dibandingkan dengan ASIP beku yang sudah tersimpan dalam wadah tersebut

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s