A Little Less Confession

Jika anda mengira ini adalah sebuah judul lagu untuk menyaingi (jika tidak bisa berkata: menduplikat) lagu Raja Pop Elvis Presley yang berjudul “Little Less Conversation”, maka anda salah besar. Ini bukanlah sebuah judul lagu, puisi ataupun sajak, sebagaimana arti terjemahan dari judul diatas, artikel ini tidak lebih dari sekedar sebuah “pengakuan”.

KONSPIRASI.

Tepatnya gabungan aksara itulah yang membentuk satu kata paling tepat untuk menggambarkan apa yang sedang aku pelajari. Bagaimana memanfaatkan orang-orang sekitarku untuk melakukan apa yang aku inginkan, dan apa yang ingin aku capai. Bagaimana mengenal mereka, memelihara mereka dan terakhir  mereka untuk mencapai apa yang aku tuju. Tentunya dengan atau tidak mengatakan tujuanku yang sebenarnya. Mempelajari sifat-sifat seseorang, memahami emosi seseorang, mengakrabi jalan pikiran seseorang dan kemudian memanipulasinya….

terdengar menyenangkan sekali hahahaha……

“PELIHARALAH MEREKA YANG LEMAH, DAN BERILAH MEREKA MAKAN, MAKA TANPA KAU MINTA DAN KAU SADARI MEREKA AKAN MENJADI SENJATAMU”

IMAJINASI

Semua orang memiliki imajinasinya sendiri-sendiri, tapi tidak semua orang bisa mewujudkan imajinasinya menjadi sebuah kenyataan. Inilah tahapan kedua yang tengah aku pelajari, yakni bagaimana suatu KONSPIRASI akan berjalan jika diimbangi IMAJINASI yang mampu terealisasi. Mewujudkan imajinasi bukanlah hal yang sulit, asal kita memiliki orang-orang yang tepat disekitar kita. Sebuah sekolah adalah tempat yang ideal untuk mengembangkan kemampuan berimajinasi kita dalam hal merencanakan sesuatu. Karena sebuah konspirasi yang sama persis tidak bisa digunakan pada tempat yang berbeda, maka dibutuhkan sebuah imajinasi untuk menjadi potongan puzzle terakhir terciptanya sebuah konspirasi. Ibarat peribahasa dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung hehehehe….

“DI SEKOLAH, JIKA KITA MELAKUKAN KESALAHAN KITA MASIH BISA MEMPERBAIKINYA DI KEMUDIAN HARI; NAMUN JIKA DI DUNIA LUAR, TIDAK ADA TOLERANSI UNTUK SEBUAH KESALAHAN”

——————————————————————————————————

Sebuah pengakuan atas apa yang aku lakukan beberapa tahun terakhir. Beberapa diantara anda mungkin ada yang tidak menyetujui apa yang aku lakukan, tapi setiap orang pasti memiliki alasan atas apa yang ia lakukan. Ini bukanlah sebuah upaya pembenaran atas apa yang aku lakukan, bukan pula sebuah provokasi apalagi untuk mengharap apresiasi.

Dunia tempat kita tinggal tidaklah “sebersih dan sejernih” impian kita tentang hidup bahagia selamanya. Mungkin kita memang akan berpikiran bahwa setiap orang pada dasarnya memiliki sifat baik, tapi jangan lupakan juga dimana ada putih, disitu ada hitam; dimana ada cahaya disitu adapula kegelapan. Memang benar setiap orang memiliki sifat baik, tapi ia juga memiliki sifat buruk, keputusannya untuk memilih berdiri disisi mana-lah yang menjadikan ia seseorang yang baik atau seseorang yang buruk.

Dalam kondisi seperti ini terkadang kita hanya memiliki 2 pilihan, “membunuh” atau “dibunuh”. Namun, tanpa kita sadari, sebenarnya kita memiliki pilihan ketiga “menang tanpa perang”. Untuk tujuan inilah aku melakukan semuanya, konspirasi bukan untuk mengalahkan namun untuk menghindarkan aku dari kekalahan, dengan cara mengenal cara-cara yang mungkin mereka gunakan untuk mengalahkanku, dan dengan cara memahami kelebihan yang aku miliki dan mengubahnya menjadi kekuatan yang bisa aku gunakan.

Maafkan saya teman-teman….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s