Crossroad of Destiny

Bagaimana kita bisa menghakimi seseorang atas apa yang mereka lakukan jika kita hanya menggunakan sudut pandang yang kita miliki dan tak sekalipun kita mencoba melihat dari sudut pandang mereka???

Atas dasar apa kita memaksa seseorang mengikuti jalan yang kita pilih dan mengatakan jalan kitalah yang paling baik??

Siapakah diri kita hingga berhak mengatakan bahwa kamu salah, ini yang seharusnya kamu lakukan, itu yang sebaiknya kamu ambil??

Mengapa kita tidak menanyakan apa alasan mereka hingga berbuat seperti demikian??Mengapa tidak kita coba memahami apa yang mereka lakukan??Mengapa kita hanya terjebak pada kesempitan sudut pandang yang kita banggakan???

Tuhankah diri kita?? hingga merasa berhak menentukan mereka berada di jalan yang salah, sedangkan kitalah yang berada di jalan yang lurus…

Meskipun Tuhan telah memberikan 1 jalan yang sama untuk umatnya, untuk menuju ke-keagungannya, namun Tuhanpun memberikan kita kebebasan untuk menentukan cara yang dapat kita pilih untuk menuju ke-keagungannya, bukan dengan memberikan 1 cara yang sama kepada seluruh manusia….

Jika demikian, bukankah kita sudah berbuat melebihi tuhan….dan kitapun telah tahu bagaiamana akibat seseorang yang bertindak melebihi apa yang seharusnya dia lakukan, agama kita telah menjelaskannya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s