KOPASSUS #5 – DHUAJA GRUP 3; SEMPANA PUSDIKPASSUS; DHUAJA SAT-81

PENJELASAN DHUAJA GRUP-3 KOPASSUS

BENTUK.

Dhuaja Grup-3 Kopassus berbentuk empat persegi panjang dengan dasar bahan beludru merah berjumbai kuning emas dari benang sutera.

Pada bagian muka sebelah kanan dilukiskan Pataka Kopassus “TRIBUANA CHANDRACA SATYA DHARMA”.

Pada bagian muka sebelah kiri dilukiskan Dhuaja Grup-3 Kopassus dengan susunan sebagai berikut.

>  Pion.

>  Kilat.

>  Nyala api.

>  Tulisan “CATUR KOTTAMAN WIRA NARACA BYUHA” pada pita kuning dengan huruf hitam.

ARTI/ MAKNA.

Lukisan.

Pion catur.

>  Pada umumnya digerakkan lebih dahulu pada permulaan permainan sebagai pembuka jalan, hal tersebut melambangkan bahwa Grup-3 Kopassus biasanya digerakkan/ ditugaskan jauh sebelum pertempuran dimulai untuk merintis jalan gerakan berikutnya guna menggarap sasaran dalam rangka menciptakan dan mematangkan kondisi yang dikehendaki.

>  Pion merupakan alat permainan catur yang terkecil dalam bentuk/ menyerupai tugu atau lingga, melambangkan bahwa satuan Grup-3 Kopassus relatif kecil dalam bentuk organisasi/ jumlah personel (kalau perlu perorangan), akan tetapi berkemampuan besar, bersifat jantan dan berjiwa ksatria.

>  Gerakan pion maju kedepan merupakan gerak maju prajurit Grup-3 Kopassus dalam menegakkan kebenaran dan keadilan berlandasan Pancasila dan dijiwai oleh Sapta Marga dan Sumpah Prajurit dengan se-mangat pantang mundur yang didorong oleh kekuatan mental, fisik serta disiplin yang kuat.

>  Pada saat yang diperlukan pada gerakan tertentu pion dapat ditingkatkan menjadi alat catur yang lebih tinggi, melambangkan besarnya kemampuan prajurit-prajurit Grup-3 Kopassus yang dalam gerakan kadang-kadang dianggap kecil dan tak berarti, pada saat yang diperlukan dapat melaksanakan tugas yang besar dan menentukan kemenangan.

>  Tiga garis dasar pada pion, melambangkan bahwa untuk menjadi prajurit Grup-3 Kopassus harus melalui persyaratan yang berat yang telah ditentukan dengan ketiga Janji Prajurit Komando sehingga memiliki mental fisik dan teknis yang mampu melaksanakan tugas khusus di darat, laut dan udara.

>  Tiga garis dasar tersebut juga melambangkan pada setiap prajurit Grup-3 Kopassus adanya cipta yang penuh dinamika, rasa berbudi luhur dan karsa yang merupakan karya nyata positif dalam melaksanakan tugas-nya.

Kilat.

>  Melambangkan daya gerak yang cepat.

>  Menimbulkan rasa ngeri dan takut bagi mereka yang melihat, melambangkan bahwa prajurit Grup-3 Kopassus mempunyai pengaruh dan wibawa, sehingga menimbulkan rasa ngeri dan takut bagi lawan/ musuh.

>  Sambaran kilat menghancurkan semua yang merintangi jalan geraknya, melambangkan kemampuan prajurit Grup-3 Kopassus dalam menghadapi lawan/ musuh.

>  Sambaran kilat dalam gelap menerangi keadaan sekitarnya, melambangkan prajurit Grup-3 Kopassus mampu bertugas sebagai penyuluh/ pemberi penerangan dan mempengaruhi masyarakat dalam penggarapan sasaran.

Nyala api.

>  Melambangkan kesungguhan dan semangat yang menyala-nyala.

>  Melambangkan bahwa prajurit Grup-3 Kopassus melalui penggodokan serta latihan-latihan yang khusus untuk mampu melaksanakan tugas yang berhasil guna.

>  Jumlah tonjolan nyala api sebanyak 7 dibagian luar dan 5 dibagian dalam, melambangkan adanya semangat yang menyala-nyala berlandasan Sapta Marga dan Pancasila baik dimasa damai maupun dalam keadaan perang.

>  Garis batas segi 8 pada tiap lukisan melambangkan bahwa prajurit Grup-3 Kopassus sebagai penjaga 8 penjuru Nusa Bangsa dan sebagai Bhayangkara Negara.

TATA WARNA.

>  Merah melambangkan berani dan bersifat menyerang untuk mencapai kemenangan.

>  Kuning emas melambangkan kejayaan, keagungan dan kewibawaan.

>  Hitam melambangkan kekuatan yang kokoh, tangguh, pantang mundur dan ketabahan.

TULISAN.

CATUR mengandung empat pengertian.

>  Kepribadian yang berarti percaya kepada diri sendiri.

>  Disiplin yang berarti, patuh, taat, setia kepada aturan dan norma yang berlaku.

>  Pantang mundur yang berarti yakin akan kebenaran perjuangan yang akan dibela yaitu Negara yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

>  Berani mati berarti ikhlas dan rela berkorban dengan keyakinan bahwa takdir ada pada Tuhan Yang Maha Esa.

KOTTAMAN berarti luhur atau berbudi luhur dan setia.

WIRA berarti prajurit, pemimpin.

NARACA berarti beribu-ribu/ tak terhitung banyaknya.

BYUHA berarti gelar perang/ siasat perang.

 

PENJELASAN SEMPANA PUSDIKPASSUS

BENTUK.

Sempana Pusdikpassus Kopassus berbentuk empat persegi panjang dengan dasar bahan beludru hijau dan berjumbai kuning emas dari benang sutera.

Pada bagian muka sebelah kanan dilukiskan Pataka Kopassus (TRIBUANA CHANDRACA SATYA DHARMA).

Pada bagian muka sebelah kiri dilukiskan Sempana Pusdikpassus Kopassus, dengan susunan sebagai berikut.

>  Kandaga.

>  Pisau Komando.

>  Sayap.

>  Api.

>  Padi.

>  Kapas.

>  Bintang.

>  Tulisan “TRI YUDHA CAKTI” pada pita kuning dan tulisan hitam.

ARTI/ MAKNA.

Lukisan.

>  Kandaga/ Bokor berwarna hitam, artinya suatu kekuatan dan kekokohan yang tidak mudah terpengaruh oleh sesuatu yang menyebabkan lunturnya kewibawaan.

>  Hiasan Kandaga berukir wiku-wiku berjumlah 7 berarti dalam menciptakan prajurit Komando dijiwai oleh Sapta Marga.

>  Dasar Kandaga bersap 3 berarti setiap prajurit Komando dilahirkan dengan didasari Janji Prajurit Komando.

>  Pisau Komando yang berwarna putih melambangkan atau simbol prajurit perorangan (Komando) yang diciptakan dalam keadaan suci bersih tanpa ada hawa nafsu yang bersifat angkara murka dan menghancurkan unsur-unsur yang mengrongrong keselamatan Negara Pancasila serta membela kebenaran, keadilan untuk menciptakan ketentraman kesentausaan.

>  Sayap yang menjaga Kandaga merupakan kewibawaan dari unsur pencipta-an setiap prajurit Komando.

>  Bagian atas sayap bulunya sebanyak 16, bagian sayap tengah sebanyak 4, bagian sayap luar sebanyak 5 dan sayap yang membalik keluar sebanyak 2 helai, artinya 16-4-52 yaitu tanggal lahirnya Para Komando.

>  Dari dalam Bokor keluar/ memancar api yang membara merah kekuning-kuningan, menunjukkan kehebatan dalam penggodokan dan penciptaan prajurit Komando dari Kawah Chandradimuka.

>  Nyala percikan api sebanyak 45, artinya semangat yang membara berjiwa revolusi 45 yang tak kunjung padam membakar dan menghancurkan setiap penghalang yang membahayakan revolusi 45.

>  Padi berjumlah 17, artinya mengingatkan tanggal kelahiran Proklamasi Negara Republik Indonesia. Padi diartikan juga sebagai lambang kemakmuran.

>  Jumlah kapas sebanyak 8, artinya mengingatkan bulan Agustus, diartikan juga sebagai lambang keadilan sosial.

>  Bintang, artinya selalu menjunjung tinggi dasar Negara Pancasila, juga bintang merupakan lambang Angkatan Darat.

TATA WARNA.

>  Kuning emas melambangkan kejayaan, keagungan dan kewibawaan.

>  Hijau melambangkan do’a harapan untuk mencapai kesentausaan dan kemakmuran.

>  Merah melambangkan berani dan bersifat menyerang untuk mencapai kemenangan.

>  Biru melambangkan kesetiaan.

>  Hitam melambangkan kekuatan yang kokoh, tangguh, pantang mundur dan ketabahan.

TULISAN.

>  TRI berarti tiga atau matra yaitu darat, laut dan udara.

>  YUDHA artinya perang atau olah keprajuritan.

>  CAKTI artinya ampuh, sebagai prajurit Kopassus.

 

PENJELASAN DHUAJA SAT-81 KOPASSUS

BENTUK.

Dhuaja Sat-81 Kopassus berbentuk empat persegi panjang dengan dasar bahan beludru merah berjumbai kuning emas dari benang sutera.

Pada bagian muka sebelah kanan dilukiskan Pataka Kopassus “TRIBUANA CHANDRACA SATYA DHARMA”.

Pada bagian muka sebelah kiri dilukiskan Dhuaja Sat-81 Kopassus dengan susunan sebagai berikut.

>  Pisau Komando berdiri terhunus tegak lurus keatas.

>  Kilat.

>  Tulisan “SIAP SETIA BERANI” pada pita hitam, tepi pita kuning dan tulisan hitam.

ARTI/ MAKNA.

Lukisan.

>  Pisau Komando terhunus, menunjukan bahwa prajurit Sat-81 Kopassus tetap tegak penuh wibawa dan siap melaksanakan tugas disertai keberanian dalam setiap penampilan dan selalu berpegang teguh pada Janji Prajurit Komando.

>  Kilat melambangkan suatu gerakan yang cepat sigap dan tepat pada sasaran dengan penuh keberanian, kesetiaan terhadap tugas pokok dan menuju kemenangan/ kejayaan, jumlah kilat 3 buah melambangkan semboyan setiap prajurit Sat-81 Kopassus yang senantiasa menjunjung ketiga kata-kata ini dalam pengabdiannya baik sebagai prajurit maupun sebagai manusia.

>  7 (tujuh) lingkaran cincin pada gagang pisau menunjukan bahwa setiap tindakan prajurit Sat-81 Kopassus selalu bersendikan Sapta Marga.

Tata warna.

>  Merah melambangkan berani dan bersifat menyerang untuk mencapai kemenangan.

>  Kuning melambangkan kejayaan, keagungan dan kewibawaan.

>  Hitam melambangkan kekuatan yang kokoh, tangguh, pantang mundur dan ketabahan.

>  Biru melambangkan kesetiaan tanpa pamrih.

>  Putih melambangkan bersih, suci dengan berhati mulia.

Tulisan.

>  SIAP berarti siap melaksanakan segala macam tugas dan bersedia mengorbankan jiwa dan raga.

>  SETIA berarti teguh hati dalam pengabdiannya kepada Nusa dan Bangsa patuh dan taat serta selalu berpegang teguh pada Jiwa Sapta Marga dan Sumpah Prajurit.

>  BERANI berarti sifat batin yang tidak takut bahaya atau kesulitan apapun dan pantang mundur menghadapi musuh.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s